Cara Jitu Melawan Demam Panggung
opoSIP - Sama menyerupai Anda, saya juga takut untuk berbicara di depan orang lain. Aku takut bahwa penonton tidak akan menyerupai sepotong aku. Aku takut bahwa saya akan mendapatkan Koreksi.
Selama lebih dari tiga tahun di perguruan tinggi tinggi dan mempelajari komunikasi disiarkan, saya sudah mencar ilmu banyak taktik tentang cara mengatasi demam panggung. Meskipun saya masih mempunyai rasa takut ini setiap kali saya melakukan, kini saya bisa mengendalikannya. Misalnya, terakhir kali kami mempunyai kinerja deklamasi. Tentu saja ini bukan tentang membaca sepotong deklamasi saya tapi menghafal dan bertindak di depan kawan-kawan sekelas saya dan guru. Aku mengakui bahwa ketika profesor saya mengumumkan aktivitas ini di kelas saya merasa gugup. Saya merasa bahwa mungkin saya tidak bisa melakukannya dengan benar. Dan yang terburuk yaitu bahwa saya hadir dengan ide bahwa saya tidak akan hadir ke kelas pada hari presentasi kami.
Kemudian saya menyadari bahwa saya akan gagal subjek ini bila saya tidak akan berpartisipasi alasannya yaitu partisipasi yaitu 50% dari kelas. Makara saya bertanya pada diri sendiri, "Apa yang saya takutkan?" Aku tahu sepotong aku. Aku sudah membacanya. Aku sudah latihan. Apakah saya takut alasannya yaitu saya berpikir untuk melaporkan daripada aktivitas ini? Mungkin, saya tidak siap untuk kinerja yang tapi saya senang bahwa saya melakukannya. Meskipun saya lupa beberapa baris penting pada cuilan itu tapi saya melakukannya. Saya tampil di depan kawan-kawan sekelas saya dengan tidak takut sama sekali. Ya, saya merasa gugup dikala itu tetapi saya senang melaksanakan kinerja aku. Saya harus mengakui bahwa saya lupa beberapa baris alasannya yaitu saya tidak berserius terutama ketika saya melihat ekspresi guru aku. Tapi tetap saya gembira bahwa saya melakukannya.
Demam panggung juga dikenal sebagai kecemasan kinerja yaitu ketakutan atau fobia yang terangsang ketika seseorang tampil di depan penonton. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang merasa bahwa ia / beliau yaitu sentra perhatian, ketika beliau takut penghakiman penonton dan ketika beliau mengharapkan kinerja yang sempurna.
Demam panggung mempunyai banyak manifestasi: berkibar atau jantung berdebar, tremor di tangan dan kaki, tangan berkeringat, tics saraf wajah, ekspresi kering, disfungsi ereksi dan pusing. Ini yaitu ketakutan umum berbicara di depan umum, wawancara kerja dan tampil di depan orang lain.
Selama lebih dari tiga tahun di perguruan tinggi tinggi dan mempelajari komunikasi disiarkan, saya sudah mencar ilmu banyak taktik tentang cara mengatasi demam panggung. Meskipun saya masih mempunyai rasa takut ini setiap kali saya melakukan, kini saya bisa mengendalikannya. Misalnya, terakhir kali kami mempunyai kinerja deklamasi. Tentu saja ini bukan tentang membaca sepotong deklamasi saya tapi menghafal dan bertindak di depan kawan-kawan sekelas saya dan guru. Aku mengakui bahwa ketika profesor saya mengumumkan aktivitas ini di kelas saya merasa gugup. Saya merasa bahwa mungkin saya tidak bisa melakukannya dengan benar. Dan yang terburuk yaitu bahwa saya hadir dengan ide bahwa saya tidak akan hadir ke kelas pada hari presentasi kami.
![]() |
| Demam panggung |
Kemudian saya menyadari bahwa saya akan gagal subjek ini bila saya tidak akan berpartisipasi alasannya yaitu partisipasi yaitu 50% dari kelas. Makara saya bertanya pada diri sendiri, "Apa yang saya takutkan?" Aku tahu sepotong aku. Aku sudah membacanya. Aku sudah latihan. Apakah saya takut alasannya yaitu saya berpikir untuk melaporkan daripada aktivitas ini? Mungkin, saya tidak siap untuk kinerja yang tapi saya senang bahwa saya melakukannya. Meskipun saya lupa beberapa baris penting pada cuilan itu tapi saya melakukannya. Saya tampil di depan kawan-kawan sekelas saya dengan tidak takut sama sekali. Ya, saya merasa gugup dikala itu tetapi saya senang melaksanakan kinerja aku. Saya harus mengakui bahwa saya lupa beberapa baris alasannya yaitu saya tidak berserius terutama ketika saya melihat ekspresi guru aku. Tapi tetap saya gembira bahwa saya melakukannya.
![]() |
| Demam panggung |
Apa itu Demam Panggung?
Demam panggung juga dikenal sebagai kecemasan kinerja yaitu ketakutan atau fobia yang terangsang ketika seseorang tampil di depan penonton. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang merasa bahwa ia / beliau yaitu sentra perhatian, ketika beliau takut penghakiman penonton dan ketika beliau mengharapkan kinerja yang sempurna.
Demam panggung mempunyai banyak manifestasi: berkibar atau jantung berdebar, tremor di tangan dan kaki, tangan berkeringat, tics saraf wajah, ekspresi kering, disfungsi ereksi dan pusing. Ini yaitu ketakutan umum berbicara di depan umum, wawancara kerja dan tampil di depan orang lain.
Apa penyebab demam panggung?
Ada banyak penyebab demam panggung yang sebagian dari kita tidak tahu atau spesialuntuk mengabaikannya. Dalam hub ini kita akan berbicara tentang kemungkinan penyebab yang harus kita hindari.
Makara apa kemungkinan penyebab demam panggung?
1. Anda mempunyai persiapan yang jelek dan tidak tes yang cukup.
Ini yaitu penyebab yang sangat umum dari demam panggung. Sebelum presentasi, Anda harus mempersiapkan dan mempunyai tes yang cukup. Misalnya, saya punya mitra sekelas yang bukan tipe orang yang takut tampil di depan orang lain. Tapi ketika kami mempunyai deklamasi kami, beliau tidak bisa memulai baris pertama dari sepotong nya. Mengapa? Karena sebelum kinerja kami, beliau menyampaikan bahwa beliau tidak latihan sepotong alasannya yaitu beliau tidak mengharapkan bahwa kita akan mempunyai kinerja kami pada hari itu. Dia bahkan hadir ke sekolah 20 menit terlambat.
2. Anda takut penghakiman.
Kita tiruana mempunyai rasa takut untuk menjadi hakim oleh orang lain. Kami tidak ingin mendengar pikiran negatif dari orang lain. Kami tidak ingin mendapatkan Koreksi. Tetapi bila kita selalu mempunyai rasa takut untuk menjadi hakim maka kita tidak bisa berserius pada apa yang kita harus dilakukan di depan orang lain. Karena bukannya melaksanakan yang terbaik selama kinerja kami, kami berpikir untuk apa yang akan menjadi pedoman penonton dari kita sekarang. Terima evaluasi mereka pada cara kasatmata yang akan memmenolong Anda untuk meningkatkan tidak di sisi negatif.
3. Anda kurang percaya diri.
Kadang-kadang kita takut alasannya yaitu kita tidak mempunyai keyakinan dalam diri kita sendiri. Hal yang paling penting yang harus Anda lakukan yaitu untuk percaya diri sendiri bahwa Anda bisa melakukannya. Selalu ingat, orang lain bila Anda percaya maka mengapa Anda tidak bisa mempercayai diri sendiri? Keluarga, kawan, guru dan tiruana orang yang mengelilingi Anda percaya bahwa Anda bisa melakukannya.
4. Anda selalu membandingkan kemampuan Anda dengan orang lain.
Tolong berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain. Selalu ingat bahwa kita tiruana yaitu unik. Anda mempunyai kemampuan Anda sendiri bahwa orang lain yang ingin mempunyai tetapi tidak perlu untuk membandingkan dengan mereka.
5. Anda lelah dan lapar sebelum pertunjukan.
Anda perlu mengambil istirahat selama pertunjukan. Bahkan para pemain populer di seluruh dunia diberistirahat. Dan juga Anda harus makan. Jika Anda lelah dan lapar Anda tidak sanggup berserius pada kinerja Anda. Pikiran Anda akan memdiberitahu Anda untuk diberistirahat, makan dan diberistirahat. Dan Anda akan keluar dari serius.
6. Anda gelagapan ketika Anda membuat kesalahan.
Beberapa dari kita gelagapan ketika kita melaksanakan kesalahan selama kinerja kami. Nah, Anda perlu untuk bersantai. Ambil napas dalam-dalam, senyum dan tidakboleh gelagapan.
7. Anda tidak mempunyai pengetahuan tentang berbicara di depan umum.
Orang-orang yang tidak mempunyai pengetahuan tentang berbicara di depan umum yaitu orang yang takut berbicara atau tampil di depan orang lain. Anda harus mempunyai latar belakang pada apa yang harus dilakukan ketika berbicara di depan umum. Memiliki pengetahuan akan mengurangi kekhawatiran Anda.
8. Anda selalu berafiliasi masa kemudian pengalaman negatif dari berbicara di depan umum.
"Saya tidak bisa melakukannya. Aku tidak akan pernah melakukannya. "Beberapa dari kita selalu berafiliasi kinerja kami dengan kegagalan yang sudah kita lakukan di masa lalu. Nah, itu tidak selalu salah untuk berafiliasi pengalaman masa kemudian ketika Anda berpikir tentang hal ini sebagai wangsit dan tidak halangan kinerja Anda.
Apa yang terjadi pada otak kita dikala demam panggung?
![]() |
| Kondisi otak ketika demam panggung |
Apakah Anda bertanya pada diri sendiri tentang "Apa yang bergotong-royong terjadi pada otak kita dikala demam panggung?"
Seperti apa yang saya baca di lifehacker.com, ketika kita berpikir tentang konsekuensi negatif, cuilan dari otak kita, hipotalamus, mengaktifkan dan memicu kelenjar pituitari mensekresi hormon ACTH yang.
ACTH kemudian merangsang Kelenjar adrenal pada ginjal dan menyebabkan pelepasan adrenalin ke dalam darah kita.
Kami meningkatkan tekanan darah dan sistem pencernaan kita dimatikan untuk meterbaikkan pengiriman yang efisien bahkan lebih banyak nutrisi dan oksigen ke organ vital kita. Ketika sistem pencernaan kita menutup, itu mengarah ke perasaan ekspresi kering atau kupu-kupu.
Bahkan anakdidik kami membesar, sehingga susah untuk membaca apa pun dari bersahabat (seperti catatan presenter) tetapi meningkatkan jarak jauh visibilitas-menciptakan kita lebih sadar ekspresi wajah penonton kami.
Bagaimana menangani demam panggung?
Kami selalu sanggup menghindari demam panggung dengan mengikuti tips ini.
1. Siapkan untuk presentasi Anda.
Bersiaplah. Misalnya, ketika Anda akan mempunyai sebuah drama di kelas Anda, Anda perlu untuk menghafal dan latihan baris Anda. Ini yaitu hal terbaik untuk dilakukan sebelum presentasi atau kinerja. Anda harus berkemas-kemas sebelumnya.
2. Praktek menyerupai Anda tampil di depan audiens Anda.
Ketika Anda latihan, Anda harus memikirkan tampil di depan audiens Anda. Anda juga sanggup meminta mitra Anda untuk menonton untuk tes Anda.
3. Perhatikan kinerja Anda sendiri di depan cermin.
Salah satu hal terbaik yang harus dilakukan untuk mengatasi demam panggung yaitu untuk latihan di depan cermin. Mendapatkan kepercayaan diri dengan membaca baris Anda di depan cermin. Jika Anda tetap menonton diri sendiri hingga Anda tahu bahwa Anda benar-benar membunuh itu, maka Anda akan jauh lebih mungkin untuk berhasil di panggung.
4. Matikan pikiran Anda.
Sesudah Anda di atas panggung, spesialuntuk serius pada kata-kata Anda, badan Anda, dan ekspresi wajah Anda. Jangan membuang waktu lebih berpikir dan bertanya pada diri sendiri pertanyaan sial.
5. Jangan pernah memdiberitahu audiens Anda bahwa Anda berbicara gugup atau tampil di depan mereka.
Jangan muncul di atas panggung dan membuat dagelan kecil tentang menjadi gugup.
6. Berpikir kasatmata dan mempunyai kepercayaan diri.
Selalu berpikir kasatmata setiap kali Anda mengalami presentasi Anda atau kinerja. Juga dan percaya diri dan mempunyai kepercayaan diri yang sanggup Anda lakukan itu.
7. Selalu ingat bahwa Anda sanggup melakukannya.
Ya, apa pun Anda sanggup melakukannya. Tidak ada besok untuk mempunyai take dua tetapi Anda sanggup melakukannya hari ini. Percaya pada diri sendiri alasannya yaitu kami percaya pada Anda.
1. Siapkan untuk presentasi Anda.
Bersiaplah. Misalnya, ketika Anda akan mempunyai sebuah drama di kelas Anda, Anda perlu untuk menghafal dan latihan baris Anda. Ini yaitu hal terbaik untuk dilakukan sebelum presentasi atau kinerja. Anda harus berkemas-kemas sebelumnya.
2. Praktek menyerupai Anda tampil di depan audiens Anda.
Ketika Anda latihan, Anda harus memikirkan tampil di depan audiens Anda. Anda juga sanggup meminta mitra Anda untuk menonton untuk tes Anda.
3. Perhatikan kinerja Anda sendiri di depan cermin.
Salah satu hal terbaik yang harus dilakukan untuk mengatasi demam panggung yaitu untuk latihan di depan cermin. Mendapatkan kepercayaan diri dengan membaca baris Anda di depan cermin. Jika Anda tetap menonton diri sendiri hingga Anda tahu bahwa Anda benar-benar membunuh itu, maka Anda akan jauh lebih mungkin untuk berhasil di panggung.
4. Matikan pikiran Anda.
Sesudah Anda di atas panggung, spesialuntuk serius pada kata-kata Anda, badan Anda, dan ekspresi wajah Anda. Jangan membuang waktu lebih berpikir dan bertanya pada diri sendiri pertanyaan sial.
5. Jangan pernah memdiberitahu audiens Anda bahwa Anda berbicara gugup atau tampil di depan mereka.
Jangan muncul di atas panggung dan membuat dagelan kecil tentang menjadi gugup.
6. Berpikir kasatmata dan mempunyai kepercayaan diri.
Selalu berpikir kasatmata setiap kali Anda mengalami presentasi Anda atau kinerja. Juga dan percaya diri dan mempunyai kepercayaan diri yang sanggup Anda lakukan itu.
7. Selalu ingat bahwa Anda sanggup melakukannya.
Ya, apa pun Anda sanggup melakukannya. Tidak ada besok untuk mempunyai take dua tetapi Anda sanggup melakukannya hari ini. Percaya pada diri sendiri alasannya yaitu kami percaya pada Anda.



Komentar
Posting Komentar